Angan yang Tak Pulang
Karya: Nike Nurhafifah
Laksana gemuruh ombak bersahut angin,
Gaduh tapi menenangkan jiwa yang menanti.
Hari-hariku bara asa yang mendingin,
Karena kutaruh harap terlalu tinggi.
Di bawah rembulan dan taburan bintang,
Di antara air mata yang jatuh diam,
Kulangitkan doa dengan kedua tangan,
Untuk angan yang tak kunjung pulang.
Angan itu dilahap gelapnya malam,
Digerus waktu yang terus berjalan.
Kini jejaknya mulai menghilang,
Namun hatiku belum juga pasrah.
Seribu doa kupanjatkan kepada-Nya,
Memohon kau kembali dengan hati teduh.
Tapi semua itu takkan pernah ada,
Karena kisah kita telah tamat dahulu.
Kau kini menjelma asa yang menggantung,
Harapan yang takkan pernah kusampaikan.
Cukup sampai di sini aku berjuang.
Aku merelakanmu, namun tetap mengenang.
Pemalang, 20 Juli 2026
Nike Nurhafifah - Angan yang Tak Pulang (LCP 47)
📅 21 Juli
👁 Memuat...