Kala langit berbisik "Amin"
Karya: SEFTIANA SARI
Di antara sunyi yang tak pernah bersuara,
ku titipkan harapan dalam setiap doa.
Tak selalu dengan air mata,
namun selalu dengan penuh percaya.
Hari demi hari ku lalui,
seakan langit masih diam.
Namun kutahu, diam bukan berarti lupa,
sebab Tuhan tak pernah mengabaikan hamba-Nya.
Kupeluk sabar, ku genggam ikhtiar,
meski langkah terasa berat.
Karena setiap sujud mengajarkanku,
bahwa harapan tak boleh berhenti.
Hingga pada waktu yang paling indah,
yang tak pernah kuduga sebelumnya,
langit seolah berbisik lirih,
"Aamiin."
Saat itu kusadari,
tak ada doa yang sia-sia,
tak ada air mata yang terbuang percuma.
Semua sedang dijaga,
semua sedang dipersiapkan,
untuk hadir pada waktu terbaik.
Kini aku percaya,
jawaban doa bukan sekadar tentang dikabulkan,
melainkan tentang belajar bersabar,
menguatkan hati,
dan meyakini bahwa kasih sayang Tuhan
selalu datang tepat pada waktunya.
Maka akan terus kupanjatkan doa,
dengan hati yang penuh harap.
Sebab ketika keyakinan bertemu kesabaran,
akan tiba saatnya
kala langit berbisik, "Aamiin."
Langkat, 20 Juli 2026
SEFTIANA SARI - Kala langit berbisik "Amin" (LCP 47)
📅 21 Juli
👁 Memuat...