Rahasia Angin
Karya: KURNIA YUDHA PRADANAAda kata yang mati di ujung lidah
Tenggelam dalam riuh degup di dada
Menatapmu dari seberang batas angan
Hanya berani memelukmu dalam bayangan
Kita berjalan di bawah langit yang sama
Namun harapku tak pernah sampai ke relung jiwamu
Ia tumbuh menyerupai ilalang liar
Subur di dalam diam lalu patah terinjak kenyataan
Aku menyapamu dengan senyum yang paling biasa
Mati-matian menyembunyikan gemuruh yang luar biasa
Sebab aku tahu, ruang di tatap matamu telah utuh
Dan tak ada sepercik pun tempat untukku berteduh
Biarlah rasa ini menjadi rahasia angin
Yang lembut membelai rambutmu tanpa pernah kau sadari
Sebuah harap yang memilih untuk selamanya tak tersampaikan
Sebab terkadang mencintai adalah merelakan ia tetap menjadi sunyi.
Medan, 18 Juli 2026