Riak yang Pecah sebelum Seberang
Karya: Latifa KhiraniHulu tak pernah menyangka
bahwa sungai menyimpan
lebih dari satu muara.
Air hanya tahu mengikuti lereng,
membiarkan riak menghafal langit yang sama.
Maka arus berangkat,
membawa bening yang belum disentuh belokan.
Namun di tengah perjalanan,
dasar sungai merekah;
bukan membendung air,
melainkan melepaskan satu aliran
menuju lautnya sendiri.
Sejak itu,
arus tetap berlari.
Bayangnya sesekali singgah,
lalu luruh
sebelum sempat kuraih.
Di tepian,
riak masih bergetar,
menyimpan gema yang tak sempat kembali.
Andaikan laut lebih dahulu memanggilmu,
semoga nyanyian yang tumbuh di hulu
sempat utuh
sebelum arus berbelok.
Sungai mengirim riak
yang mencium batu,
lalu pecah
tanpa pernah mencapai seberang.
Barangkali
laut masih menyimpan bunyimu.
Sementara hulu tetap mengalir,
membawa namamu ke muara
yang tak pernah kutemukan kembali.
Kerinci, 19 Juli 2026