Aduan di Ujung Lelah
Karya: Nadia Mytha BerliannySejak hari itu, kekosongan kian menyelimuti diri.
Di atas rerumputan yang ikut layu,
Kubaringkan peluh tubuh ini,
Bersama fajar yang perlahan pergi.
Ufuk mataku akhirnya menutup,
Mengingatkan kembali pada harap
Yang kini pupus direnggut gagal.
Oh, Tuhan...
Sepasang kaki ini kuberi tugas berat:
Memanjat bukit, menyusuri gua tak berujung,
Demi sebuah piala di genggaman.
Namun hari itu, kakiku menyerah,
Ragaku kehilangan api di dalam dada,
Dan yang tersisa hanya setetes keringat sia-sia.
Oh, Tuhan...
Harap yang kupanjatkan kini hanya menjadi angan.
Tepuk tangan yang kubayangkan dalam tidur,
Kini menjelma sunyi yang menertawakan langkahku.
Lalu di tengah senyap yang kian mendekap,
Aku bertanya:
"Adakah harap itu 'kan menjadi takdirku?"
Jakarta, 18 Juli 2026