Di Ujung Langit Yang Diam
Karya: M. Ibrahim AlkhalifiKukira langit hanya pandai menyimpan gema,
hingga suatu fajar mengetuk namaku tanpa suara.
Doa yang dulu kutitipkan pada angin,
ternyata berakar di kebun waktu,
diam-diam tumbuh menjadi musim yang kupanen sendiri.
Barangkali Tuhan memang menyukai rahasia,
membiarkan air mata menjadi tinta
agar harap belajar mengeja cahaya.
Lalu,
saat hati hampir lupa pada permintaannya,
sebuah pintu terbuka tanpa bunyi,
mengembalikan mimpi dengan wajah yang lebih indah.
Kini aku mengerti,
tak semua jeda adalah penolakan;
ada yang sedang merangkai jawaban,
hingga setiap "amin" akhirnya pulang
sebagai pelukan yang tak pernah salah alamat
Bandar Lampung, 20Juli 2026