Alamat yang Tak Pernah Kutemukan
Karya: Maulidatun HasanahKucatat namamu
pada peta yang mulai lupa
cara menunjukkan pulang.
Kutempuh jalan-jalan
yang pernah mengenal jejakmu,
namun setiap persimpangan
selalu mengembalikanku
kepada sunyi
yang tak pernah selesai.
Rumah-rumah berganti wajah.
Pohon-pohon menua.
Musim datang silih berganti,
sedang waktu
diam-diam menghapus
bekas langkahmu
dari halaman ingatan.
Bahkan angin
tak lagi hafal suaramu,
dan senja yang dahulu
setia menunggu langkahmu
kini hanya menyisakan
bayang-bayang yang enggan pulang.
Barangkali yang hilang
bukan alamatmu.
Melainkan aku
yang terlambat mengerti
bahwa tidak semua perjalanan
ditakdirkan untuk bertemu.
Sebab ada harap
yang tak pernah tersesat,
ia hanya kehilangan
tempat untuk sampai,
dan seseorang
untuk menyebutnya pulang.
Sumenep, 10 juli 2026