Rencana yang patah
Karya: Hadziq Rof'an HuzhwaTuhan, jalanku mendadak harus berbelok jauh hari ini.
Niat awal ingin menimba ilmu di penjara suci,
melanjutkan studi mengejar gelar di kampus tinggi.
Tapi takdir tak memihak pada diri,
terbentur biaya yang saat ini susah dicari.
Sedih, putus asa, hilang harapan.
Jujur aku mundur, tidak mau bebani pikiran ayah ibu.
Lewat keringatku, uang kuliah kucari sendiri.
Secercah harapan datang dari beasiswa.
Takdir tak juga memihak diri ini,
kesempatanku tertutup kembali.
Galau dan kecewa melengkapi jalanku.
Sekarang, kampus terbuka jadi tempatku berlabuh.
Di depan layar komputer, memaksa tekad tetap menyala,
mengejar target IPK tiga demi modal tes PNS nanti.
Ini bukan jalan indah dambaanku,
tapi kaki mandiri harus dipaksa melangkah.
Aku percaya di balik tikungan rahasia ini,
Skenario-Mu adalah masa depan terbaik untukku.
Pati, 20 Juli 2026