Harap Yang Tak Tersampaikan
Karya: Maulidina HarnitaDi balik tirai yang berlapis kenangan,
aku menanam namamu pada musim yang tak pernah kembali.
Waktu mengajarkanku bahwa tidak semua rindu berakhir temu,
dan tidak semua doa dijawab sebagaimana harap.
Setiap malam, tinta menjadi rumah bagi kata-kata
yang terlalu rapuh untuk kusampaikan.
Aku membiarkan sunyi memeluk segala yang tak sempat terucap,
sementara semesta diam menyaksikan hati yang perlahan belajar ikhlas.
Jika kelak angin melewati langkahmu,
biarkan ia membawa harap yang tak tersampaikan,
bahwa pernah ada seseorang yang mencintaimu dengan tulus.
Lalu memilih merelakanmu tanpa berhenti mendoakan kebahagiaanmu.
Lombok Barat, 6 Juli 2026