Alamat yang Tak Pernah Diketuk
Karya: Muhamad alief setiawanDi beranda senja, ku titipkan harap pada angin yang hafal alamat, tetapi lupa cara mengetuk.
Langit menyimpan namamu seperti embun yang enggan jatuh sebelum matahari mengerti kehilangan.
Aku belajar menjadi akar: diam, menahan badai, meski tak pernah di panggil menjadi bunga.
Ada doa yang tumbuh tanpa suara, menjelma cahaya dibalik kelopak malam.
Bila esok tak juga mempertemukan langkah kita, biarlah semesta membaca surat yang tak sempat ku kirim.
Sebab harap bukan selalu tentang memiliki melainkan keberanian menjaga nyala meski tak terlihat.
Dan ketika waktu selesai mengeja rindu, aku ingin dikenang sebagai seseorang yang tetap menanam fajar di tanah paling gelap, meski panennya hanya diketahui langit.
Lebak, 6 juli 2026