Muhammad Farhan - Litani tanpa sahut (LCP 47)

📅 16 Juli 👁 Memuat...

Litani tanpa sahut

Karya: Muhammad Farhan


Ketika bentala bergulir ke dalam nisha yang hening,
kupecahkan sunyinya dengan litani,
menghantarkan burung-burung asa menuju beranda takdir di angkasa.
Namun, tak seekor pun pulang mengusung jawab,
seolah sirna ditelan cakrawala.

Musim menyalin musim,
dan aku tetap bersimpuh di bawah bentala yang sama.
Kutitipkan litaniku kepada Anila
agar dibawanya melintasi cakrawala.
Namun mengapa?
Mengapa?
Mengapa cakrawala hanya mengembalikan sunyi tanpa sebutir jawab?

Dosa apakah yang kupikul
hingga gerbang takdir begitu teguh mengatup?
Kutahu, tak setiap pinta berlabuh pada muara yang diharap.
Namun batinku belum pandai berdamai dengan bisu-Mu,
meski relung hati masih mengais serpih-serpih asa yang tersisa.

Dan jika Kau memilih tetap membisu,
tak lagi kupaksa gerbang takdir terbuka.
Kurelakan asaku menjelma debu
di antara doa-doa yang tak bersahut,
hingga waktu menguburnya dalam lupa.


Kundur Barat, 14 Juli 2026