Muhammad Nanda Maulana - Doa yang Tersesat, Lalu Sampai (LCP 47)

📅 07 Juli 👁 Memuat...

Doa yang Tersesat, Lalu Sampai

Karya: Muhammad Nanda Maulana


Dahulu, aku menunduk setiap kali namaku ditertawakan, dan diam menjadi satu-satunya tempat yang terasa aman. Di rumah aku bisa tertawa, tapi di gerbang sekolah aku selalu menjadi lebih kecil dari diriku sendiri.

Aku pernah berharap, diam-diam, tanpa berani mengucapkannya, bahwa suatu hari akan ada tempat yang membuatku berani bersuara. Namun jalan yang kutuju menolakku, dan aku dibawa ke ruang kelas yang tak pernah terlintas dalam pikiranku.

Di sanalah, di antara warna, bentuk, dan komposisi yang tersembunyi di balik setiap gambar, aku mendengar suara yang selama ini kucari. Perlahan, aku berhenti menunduk.

Kini aku tahu, harapan yang dulu kusimpan sendirian itu tidak hilang, ia hanya menunggu jalan yang tepat untuk sampai. Dan jalan itu bukan yang kuminta, tapi yang paling mengenal diriku.


Probolinggo, 05 Juli 2026