Rahasia Antara Aku, Malam, dan Tuhan
Karya: SandraAku titipkan namamu pada angin malam,
agar ia sampaikan padamu.
Tapi angin hanya berlalu,
membawa harapan yang belum sempat menjadi suara.
Ada banyak kalimat menggantung di ujung lidah,
menyangkut di dada, menahan napas.
"Bagaimana kabarmu?"
"Apakah kamu baik-baik saja?"
"Ada cerita apa kamu hari ini?"
Semua hanya jadi pertanyaan yang tidak menemukan jawaban.
Aku menanam harap pada tanah yang salah,
menyiramnya dengan doa-doa,
berharap ia tumbuh menjadi pertemuan.
Ternyata ia hanya jadi rindu,
yang mekar sendiri, lalu layu sendiri.
Mungkin doa-doaku memang tidak ada jawabannya.
Karena beberapa harap
memang ditakdirkan jadi rahasia
antara aku, malam, dan Tuhan.
Mungkin semesta memang sengaja
menaruh jarak di antara kita,
agar aku belajar
bahwa tidak semua harap harus sampai.
Cukup jadi saksi betapa tulusnya aku pernah percaya.
Dan malam ini,
aku tetap berharap,
walaupun hanya pada langit
yang tidak pernah menolak mendengar.
Palembang, 6 Juli 2026