Nadia Sahara Anatasya Putri - Jejak Cahaya di Ujung Senja (LCP 47)

📅 07 Juli 👁 Memuat...

Jejak Cahaya di Ujung Senja

Karya: Nadia Sahara Anatasya Putri


Sore hari diiringi senja yang hanya sebentar muncul. Senyuman pada paras yang indah menyaksikan keistimewaan pancaran sinar penuh makna dalam diri untuk melepas lelah. Senyuman tulus dan berseri pada hari itu membawa kesan ceria tetapi tidak dengan hati yang kosong bagaikan rumah yang tak berpenghuni,bukan tak berpenghuni pada sesungguhnya tapi ia hilang tanpa kabar.

Secangkir kopi dan gubuk tua tempat ku dulu, mengingatkanku betapa asik sambil tertawa lepas bersama mereka, tapi ini bukan tentang gubuk, ada memori yang tersimpan dalam diri ini yang mungkin akan ku lupakan.

Bibit yang baru akan ku tanam kembali dengan penuh rasa kasih sayang dan kusiram dengan air kedamaian, hari yang ku tunggu-tunggu seperti biasa wajah itu akan tersenyum dengan tulus serta penuh keceriaan sama seperti hari-hari sebelunnya untuk menutipi kekosongan.

Namun ada titik cahaya terang yang membuat kekosongan itu segera berakhir, keindahan dunia yang begitu indah bukan hanya dirasakan oleh mata melainkan meresap dalam hati, rasa yang mungkin belum pernah ku rasakan.

Ini bukan lagi senja melainkan tanaman yang akan tumbuh bunga. Hari-hari yang penuh makna memori demi memori yang ter isi dan kekosongan yang hanya omong kosong itu segera menghilang Dengan Harapan yang tak tersampaikan. Malam hari yang penuh kerinduan akan menanti esok yang cerah dengan penuh semangat, malam yang bahagia ini ada pesan yang ingin ku sampaikan.

"Obat Rindu Adalah Bertemu."


Bojonegoro, 6 Juli 2026