Harap Yang Tak Tersampaikan
Karya: Nafisah TufailahDi antara dua jeda yang saling mengenal, ada ruang yang tidak pernah kami beri nama, hanya kami diami bersama, diam-diam, seperti rahasia yang disepakati tanpa bicara.
Malam selalu menjadi saksi paling setia. Ia tahu betapa kami berdiri di ambang yang sama, namun memilih pulang masing-masing, membawa sesuatu yang belum sempat disebutkan.
Lorong itu masih ada. Tapi kini hanya satu bayangan yang melintasinya.
Waktu tidak pernah berjanji menunggu; ia hanya lewat, membiarkan mulut yang ragu tetap terkunci.
Dan sekarang, di suatu malam yang tidak lagi sama, kamu mungkin sudah berjalan di lorong lain, meninggalkan jejak yang lebih berani dari milikku.
Sedang aku, masih di persimpangan itu, menyimpan satu kalimat yang tidak pernah menemukan waktunya.
Jatinangor, 24 Juni 2026