Menari Di Jembatan Rapuh
Karya: Nafla Mahmada Wadud MustofaTemaram pelita tergantung di langit-langit
Hawa sejuk membasahi kulit
Untaian kata menari gesit
Ada harapan yang terbesit
Berkelana dari ujung ke ujung
Hiruk pikuk bersanding ria
Lengang jarang kurasaka
Hanya berkhayal memeluk arsa
Badai menyapu bersih
Meruntuhkan tiang yang kokoh
Tak tersisa satu pun
Sendu merangkul lunglai
Lesu menjadi topeng lucu
Tawa menjadi terasa hambar
Lusuh menyambut hangat
Derap perlahan luntur
Walau cakrawala masih terbentang
Senja berjanji tuk datang
Langit menanti riang
Mengapa bertahan dijembatan yang sudah rapuh?
Boyolali, 4 Juli 2026