Nayla Isyatur Rodhia - KALAM TANPA ALAMAT (LCP 47)

📅 02 Juli 👁 Memuat...

KALAM TANPA ALAMAT

Karya: Nayla Isyatur Rodhia


Dikabulkan itu bukan seperti menang—
ia jauh lebih sunyi dari perayaan
Kudapati apa yang dulu kutangisi kini ada di pandangan,
di saat relung dadaku justru telah selesai mengikhlaskannya

Aku adalah hamba yang keras kepala meminta sepercik api,
tapi Kau justru menjatuhkan gerimis Tenang yang menghidupkan kembali tanah gersang

Yang paling membuat tertegun bukan saat keinginan itu mewujud
Tapi saat kusaksikan takdir-Mu mekar sempurna—
tanpa celah, tanpa tergesa, tanpa sisa—
dan aku sadar dengan seluruh sujudku yang melandai,
bahwa keselamatan yang kuterima justru bersemi dari penolakan-Mu yang lalu

Tuhan, aku bukan tidak didengar oleh-Mu.
Doaku hanyalah surat tanpa alamat yang sempat mengendap di kepala—
ditumpuk waktu tanpa suara, tanpa tanda,
namun diam-diam Kau rawat jalannya agar pulang tepat waktu

Ada gerak aneh saat angin malam lewat,
seperti garis takdir yang diam-diam belajar merajut polusi

Menerima ketetapan-Mu seperti menyalakan lilin di tengah hujan
Mustahil menghalau badai,
tetapi cahayanya cukup membuat ketidakpastian terasa lebih manusiawi.


Sidoarjo, 30 Juni 2026