Waktu Mekar
Karya: Nazwa SyifaurrahmahKutatap lekat setiap alurnya,
Kutapaki jalan dengan saksama.
Kucoba arungi arus takdir ini,
Perlahan, berbalut debar cemas dan asa.
Namun, asa tak selalu menjemput nyata,
Langkah panjang tak lantas berbuah rupa.
Di mana letak salahku? Apa yang alfa?
Terkungkung sepi dalam gulita tanya.
Sampai kapan mesti meratap pilu?
Kubasuh hati, membuang sendu.
Kala netra menatap luasnya dunia,
Jatuhku belumlah seberat peluh mereka.
Maka, kuayunkan kembali langkah,
Tak peduli walau meretas lelah.
Tiap lara kujadikan pijakan bertumbuh,
Sebab mimpi yang megah menuntut peluh.
Kucurahkan segenap daya dan jiwa,
Terbalut untaian doa ayah dan bunda.
Kuyakin takdirku takkan tertukar,
Tuhan Maha Tahu, kapan waktuku mekar.
Kini, terima kasih diriku, tegak berdiri,
Terima kasih tak menyerah pada duri.
Doa itu memelukku hari ini,
Amanah ini kan kujaga sepenuh hati.
Sukabumi, 17 Juli 2026