Menjaring Angin di Langit Juli
Karya: Nispy Ananda PutriAku melipat doa-doa paling sunyi,
menyimpannya rapi di lipatan saputangan yang kau tinggalkan.
Di kepala ini, kau adalah kota yang selalu ingin kukunjungi,
dengan jalanan yang ramah dan lampu-lampu yang menenangkan.
Namun, genggamanmu ternyata hanya sebatas bayang.
Saat jemariku bertekad untuk mendekat dan menetap,
kau justru menjelma riak angin yang berpulang,
meninggalkan aku yang terpaku di bawah langit pengap.
Kini, harapanku patah sebelum sempat mengetuk pintumu.
Ia luruh, tersesat di antara rentang jarak yang tak punya ujung.
Menyisakan secangkir rindu yang mulai mendingin dan membisu,
dan sebuah nama yang kini hanya boleh kuingat, tak lagi bisa kudukung.
Kita adalah dua garis yang sempat bersinggungan di satu titik,
lalu berpisah arah, saling menjauh tanpa pernah bisa kembali berbalik.
Buntok, 18 juli 2026