DI UJUNG KATA YANG TAK TERSAMPAIKAN
Karya: PUTRI SALSABILA HASIBUANDi rumah ini, aku patung yang bernyawa
Menelan titah, mengubur mimpi yang menyala.
Aku tumbuh di antara langkah yang bukan pilihanku,
Menjadi bayang bagi kehendak yang selalu didahulukan.
Anak lelaki didekap hangat dalam pelukan cinta,
Sedang aku tersisih, memungut sisa rasa yang berbeda.
Mimpi-mimpi kecil tentang masa depan kusimpan rapi,
Terkubur pasrah pada pilihan mutlak yang kau pasang.
Ucapan perih itu kerap menyayat di sudut hati yang jarang disapa,
Hanya karena kesalahan kecil yang tidak sengaja.
Rumah akhirnya menjelma menjadi ruang sunyi,
Tempat kata-kata lebih sering melukai daripada memeluk.
Hanya ada bising amarah yang berulang tanpa henti,
Membuatku mendambakan ketenangan dalam sepi.
Namun, aku tetap belajar tersenyum di hadapanmu,
Meski langit di dada kerap mendung membiru.
Sumatera Utara, 19 juli 2026