yang didaki akhirnya disini
Karya: Efi gustiasih abiasatak kala rembulan berbicara
mengisi malam dengan riuhnya
aku mengisi sunyi ini dengan do’a melantunkan syair yang selalu sama
mendaki do’a bak kelana
tak peduli akan keras nya halau diterpa
berlari dengan penuh peluh
tak satu pun niat untuk berpaling
setia bertatap dengan tumpukan kertas tumpukan perintah dan amanah
memasukan semua nya kekepala
dengan sukma yang terus melangkah
ada harap yang selalu terbayang
dikala ilmu yang didapat
bertanya pada hati yang selalu disemangati selalu hangat mendekap hati
selalu melirik sebuah tubuh
yang memakai jas putih itu
dengan leher yang dikalungi stetoskop
betapa gemilang nya bila tubuh ini juga punya
gersang sudah bibir ini melontarkan kata
letih sudah tubuh ini melangkah
akhirnya lantunan do’a ku selama ini terjawab wahai mimpi yang selalu ku nanti
terima kasih selalu terucap dan tertuju kepada tuhan, wali, dan tentunya diri sendiri...
Jambi, 5 juli 2026