Tian Arliwijaya - Saat Mustahil Kehilangan Makna (LCP 47)

📅 20 Juli 👁 Memuat...

Saat Mustahil Kehilangan Makna

Karya: Tian Arliwijaya



Pernah ada saat
aku berhenti mengetuk langit.
Bukan karena tak lagi percaya, melainkan lelah menunggu jawaban yang tak kunjung tiba.

Hari-hari berlalu.

Harapan terasa semakin jauh, sedang doa-doa masih setia menggantung di antara langit dan dada.

Hingga benih mengajariku satu hal:
tak semua yang diam berarti tak bertumbuh.
Ada akar yang memilih
menguat dalam gelap sebelum berani menyapa cahaya.
Mungkin... begitulah cara Tuhan menyiapkan keajaiban.
Bukan dengan tergesa, melainkan pada waktu yang paling sempurna.

Lalu ketika segala ikhtiar
berhenti di batas kemampuan, Allah berfirman "Kun Fayakun."

Sejak itu aku mengerti,
putus asa bukan akhir dari doa.

Ia hanyalah jeda
agar manusia belajar, bahwa ada kuasa yang melampaui logika,dan ada kehendak yang tak membutuhkan alasan.
Sebab bagi manusia ada kata mustahil.

Namun bagi Allah, cukup satu firma "Kun Fayakun."


Sragen, 10 Juli 2026