pelukan dari sebuah doa
Karya: Rd m syaihon al abyadiDi setiap malam yang sunyi, saat dunia seakan berhenti berbicara, kuangkat kedua tangan dan menitipkan segala harapan kepada Tuhan. Dalam diam, kupanjatkan doa-doa yang lahir dari hati yang penuh keyakinan. Ada harapan yang kusimpan, ada luka yang kusembunyikan, dan ada impian yang terus kujaga agar tidak padam oleh rasa putus asa. Meski jawaban tak selalu datang secepat yang kuinginkan, aku belajar bahwa setiap penantian memiliki makna yang indah.
Waktu mengajarkanku arti kesabaran. Setiap langkah yang terasa berat justru membentuk keberanian untuk terus melangkah. Ketika air mata jatuh tanpa mampu kutahan, selalu ada ketenangan yang menyelimuti hati, seolah Tuhan sedang memelukku melalui kasih-Nya. Di saat semua pintu tampak tertutup, selalu ada jalan yang perlahan terbuka, membawa harapan baru yang tak pernah kubayangkan sebelumnya.
Kini aku memahami bahwa jawaban doa tidak selalu hadir dalam bentuk yang sama dengan keinginanku. Terkadang, doa dijawab dengan kekuatan untuk bertahan, dengan keikhlasan untuk menerima, atau dengan kesempatan untuk memulai kembali. Dari setiap ujian, aku belajar bahwa kasih Tuhan tidak pernah terlambat. Pada akhirnya kusadari, pelukan paling hangat bukanlah yang datang dari tangan manusia, melainkan dari sebuah doa yang dipanjatkan dengan penuh iman, cinta, kesabaran, dan harapan yang tak pernah berhenti tumbuh di dalam hati.
jambi 13 juli 2026