DOA DUA ARAH
Karya: REYVAND EKA HERMAWANDi gelapnya malam yang sunyi,
Di dinginnya subuh yang hening.
Aku berdoa ....
Aku berserah ....
Diantara memohon, dan mengikhlaskan,
Keduanya tak teratur arahnya.
Memohon untuk kesembuhan,
Atau mengikhlaskan kepergian.
Ditengah doa yang ku panjatkan, engkau kabulkan satu jawaban.
BIP... bunyi bising memecah keheningan.
Awal kesedihan, akhir penderitaan.
Senyum kepergian, dan tangisan kehilangan.
Doa dua arah.
Bukan sekedar keinginan untuk meminta,
Melainkan keberanian untuk berserah.
Keterbatasan kemampuan, juga harapan.
Kini aku belajar merelakan,
Melepasmu dengan keihklasan.
Mengingatmu dengan senyuman,
Dan mengukirmu dalam lisan.
Sidoarjo, 6 Juli 206