Anugraha
Karya: Risa AmeliandaPada kelopak malam kutitip pinta,
sebelum embun mengeja nestapa.
Tak kutagih waktu membuka cerita,
kubiarkan hening memeluk sukma.
Musim berganti tanpa bersabda,
daun-daun luruh menyimpan makna.
Yang semula kupanggil kehilangan,
ternyata sedang menata arah-Nya.
Saat harap nyaris luruh ke bumi,
setangkai pagi menjahit luka.
Bukan pinta yang lebih dulu menghampiri,
melainkan anugraha yang tak kuduga.
Kini kupahami bahasa semesta,
bahwa jeda pun dapat bernyawa.
Doa tak selalu dijawab dengan yang diminta,
melainkan dengan hati yang akhirnya percaya.
Depok, 7 Juli 2026