Yang Gugur Sebelum Terucap
Karya: Rts.Kalilla SalsadillaAda harap yang tumbuh diam-diam,
berakar pada pertemuan yang sederhana,
lalu mekar tanpa pernah meminta izin
kepada waktu ataupun takdir.
Kupelihara ia dalam sunyi,
seperti embun yang takut jatuh sebelum fajar.
Kusimpan setiap kata yang ingin terucap,
berharap suatu hari semesta memberi keberanian.
Namun waktu ternyata lebih cepat melangkah.
Kesempatan berlalu tanpa sempat menoleh,
meninggalkan ruang yang dipenuhi kalimat-kalimat
yang tak pernah menemukan pendengarnya.
Kini harap itu tak lagi mengetuk pintu yang sama.
Ia memilih gugur perlahan,
bukan karena kehilangan makna,
melainkan karena telah lelah menunggu jawaban.
Meski demikian, aku tak pernah menyesali keberadaannya.
Sebab harapan pernah mengajarkanku
bahwa mencintai tidak selalu berarti memiliki,
dan mengungkapkan tidak selalu menjadi akhir dari penantian.
Biarlah yang gugur sebelum terucap
beristirahat bersama angin dan senja.
Aku akan melangkah membawa kenangannya,
bukan sebagai luka yang harus disembuhkan,
melainkan sebagai pengingat bahwa setiap rasa
pernah hidup dengan begitu tulus,
meski takdir memilih membiarkannya
tetap menjadi rahasia di dalam hati.
Jambi, 25 mei 2026