Sakur Rizki Mubarok - Sebelum Cahaya Pulang (LCP 47)

📅 18 Juli 👁 Memuat...

Sebelum Cahaya Pulang

Karya: Sakur Rizki Mubarok


Di laci tua, selembar senja menua,
menyimpan namamu di antara debu dan cahaya.
Tinta telah kehilangan warna,
namun harap masih mengeja jalan pulang yang tak pernah ada.

Bertahun-tahun, kupelihara sebuah cahaya
di telapak malam yang kian renta.
Namun fajar datang tanpa membawa kabar apa-apa
Matahari pun terbit di atas harapan yang telah tiada.

Pernah kukirimkan doaku melalui angin,
namun langit terlalu luas untuk sebuah ingin.
Ia berputar di antara musim,
lalu pulang sebagai hujan yang jatuh di wajahku.

Kini surat itu tak lagi menunggu jawaban,
ia telah hafal bagaimana cara menjadi kesunyian.
Barangkali, beberapa harap memang dilahirkan
bukan untuk sampai, melainkan untuk mengajarkan kehilangan.

Dan jika kelak kau menemukan sepotong cahaya
yang tersesat di antara reruntuhan senja,
jangan kau panggil ia harapan
ia hanya sisa doa yang terlalu lama tak kau baca.


Purwokerto, 17 Juli 2026