Surat lewat angin
Karya: SALSABILLA DWI PRATIKAKu titipkan rindu lewat angin dengan kalbu yang menggebu,
namun sepertinya semua hanya anganku.
Jemariku dengan lancang menulis namamu di setiap goresan tintaku.
Wahai Tuan yang dikara, ketahuilah bahwasanya renjana pada Atma
adalah rindu yang kupahat sunyi menjadi bait agar tidak pecah.
Ia tinggal di sela titik dan koma, saat kutulis "kamu" lalu kuhapus,
karena menyebutmu terlalu nyaring.
Aku masih di sini, terjebak di antara senyap gulita,
di bawah langit yang enggan berbintang,
di antara pekatnya malam
dan hampa embun yang tak pernah sampai ke tanah.
Surabaya, 13 juli 2026