Pesan untuk angin
Karya: Shulhah Habibah hakimDi antara senja yang perlahan pulang,
kusimpan beberapa kata yang tak pernah menemukan jalan.
Mereka tumbuh diam di sudut hati,
menjadi harap yang tak sempat kuucapkan.
Aku pernah percaya waktu akan membantu,
mengantarkan pesan yang tertahan oleh ragu.
Namun hari berganti, musim pun berlalu,
dan harap itu tetap tinggal bersamaku.
Bukan karena ia tak berharga,
melainkan karena keberanian tak selalu hadir tepat waktu.
Kini kubiarkan angin membawa kisahnya,
sementara aku belajar menerima yang tak menjadi nyata.
Meski tak pernah sampai pada tujuan,
harap itu tetap hidup sebagai kenangan yang menguatkan.
Bogor, 5 juli 2026