sajadah yang basah, langit yang menjawab
Karya: Siti mufarrikhatul ulfiyah
sajadah yang basah, langit yang menjawab
Lama aku mengetuk pintu langit yang bisu,
menyusun remah remah harap di atas sajadah usang,
saat malam melarutkan air mata menjadi sunyi,
tanya sempat merayap di sela jemari,
apakah bisikku tersesat di antara gemintang,
ataukah lenyap ditelan pekatnya mendung?
Namun,waktu punya caranya sendiri untuk bercerita.
ketika sabar hampir habis terkikis ragu,
seberkas cahaya meembus celah jendela,
membawa jawab yang tak pernah kuduga bentuknya .
bukan dengan gemuruh guntur yang megah,
melainkan lewat ketenangan yang memeluk jiwa.
Kini,air mata itu telah menjelma senyuman.
beban di pundak luruh satu persatu,
berganti rasa syukur yang mengalir di dada.
ternyata,dia tidak pernah tuli,
dia hanya merajut takdir di waktu yang paling tepat.
Ngawi, 20 juli 2026
Siti mufarrikhatul ulfiyah - sajadah yang basah, langit yang menjawab (LCP 47)
📅 21 Juli
👁 Memuat...