Surat yang Tidak Pernah Menemukan Penerimanya
Karya: Trisna Puji HidayatAku menulis harap pada lembar angin yang lelah,
mengirimnya melalui senja yang rapuh dan basah.
Namun setiap kata jatuh sebelum tiba,
tersesat di jalan yang tak pernah terbuka.
Ada rindu yang kupeluk tanpa suara,
bersemayam di dada, tak punya jeda.
Ia tumbuh menjadi diam yang panjang,
menggantung di langit yang semakin temaram.
Aku menunggu kabar dari yang tak kembali,
seperti lilin yang menyala tanpa api.
Semua doa berbaris tanpa alamat,
menjadi luka yang tidak sempat tersurat.
Jika harap ini tak pernah sampai padamu,
biarlah ia hidup sebagai aku yang baru.
Sebab yang tak tersampaikan sekalipun,
tetap menemukan bentuknya dalam kelam yang teduh.
Bangkalan, 5 Juli 2026