Satu Sentimeter di bawah Arsy
Karya: WAFIQ NUR AZIZAHBulan merana di tengah purnama membawa harap yang kian ringkih dalam gusar. Napasku parau menahan lapar yang tak tertakar. Di ujung malam aku bersyair pada Sang Esa. Dari lisan sang pendosa, tangan yang penuh noda, dan jiwa yang nista aku mengadu bersujud pasrah bergumam sederhana. Pantaskah aku melepas dahaga? Daksa ini menggigil setiap malam, berlapis kain koyak yang tak layak. Meringis pada sang bengis di bumi pertiwi, si pemilik jemari emas yang apatis. Meskipun begitu, tak ada langit yang terlalu tinggi untuk mengadah asa pada Sang Penggenggam Jagat Raya. Semua doa telah ku langitkan pada Cakrawala-Mu yang takkan pernah fana. Kini, purnama telah bergembira. Aku meminta bahagia dan Sang Kuasa memberikan sayap pada jiwaku yang lama terpenjara. Bait ini adalah keikhlasan yang nyata dan aku bernaung di bawahnya.
Bekasi, 30 Juni 2026