Jawaban yang Menyusup Sunyi
Karya: Wini Amelia HabibahDi ujung malam yang paling lebam
Aku meminta sebongkah batu karang yang kokoh
Agar aku kuat berdiri menantang badai
Namun, yang kau jatuhkan ke pangkuanku
Hanya sebutir benih Rapuh, Tak kasat mata
Aku Sempat menangis, mengira langit sedang tuli
Lalu waktu berjalan tanpa mengetuk pintu
Benih itu Tumbuh, melilit palung hatiku
Mengajariku cara membungkuk saat angina ribut
Dan cara bangkit ketika fajar menyapu
Hari ini aku sadar, kau tidak memberiku batu
Tapi kau menumbuhkan akar di dalam jiwaku
Sering kali kita mencari ketukan keras di pintu depan,
Padahal jawabanmu sering kali menyusup
Lewat jendela belakang
Kau, menjawab doa bukan dengan mengubah dunia
Di sekitarku
Melainkan dengan mengubah “cara mataku memandang dunia”
Terimakasih untuk setiap amin yang mewujud sepi,
Yang baru kupahami, justru setelah badai pergi
Jakarta, 30 Juni 2026