Cahaya Pudar Sebelum Fajar
Karya: Yusuf PradikaDi kota besar yang memeluk ribuan harapan
Ada langkah yang masih tertahan, ragu di ujung jalan
Lelah Merayap di badan, namun tak boleh terhenti
Sebab di ujung sana, janji masih menanti.
Tetes peluh jatuh, menjadi bukti kerasnya jalan hidup
Betapa tajam duri di sepanjang jalan yang terjal
Luka tersirat di senyum yang tak pernah terucap
Liku berkelok, menahan langkah yang terus bergerak.
Namun percayalah, meski cahaya sempat memudar
Meski suara doa belum sampai pada cahaya
Setiap napas yang dihembuskan, setiap langkah yang diayun
Akan sampai juga pada titik terang yang kau cari.
Dan jika nanti sebelum cahaya terwujud menjadi kesuksesan
Tuhan lebih dulu memanggil pulang ke sisi-Nya
Cahaya itu takkan hilang, takkan sia-sia
Ia tersimpan rapat di dalam sanubari
Menjadi lentera abadi sampai akhir hayat nanti.
(Jakarta 14 September 2025)