Achmad Fatkur Rizki - Benar-Benar Di Persimpangan (LCP 48)

📅 30 Agustus
Benar-Benar Di Persimpangan
Karya: Achmad Fatkur Rizki


Berpapasan denganmu
adalah ketidaksengajaan yang paling kusyukuri,
di persimpangan kilometer sembilan kala itu.

Sejak hari itu,
waktu membawa kita menelusuri lorong-lorong kota,
menghafal jalan yang tak pernah benar-benar kita tuju.

Lorong pertama menyimpan tawa,
lorong berikutnya mengabadikan sepi,
tak jarang sudut-sudutnya berhias pertengkaran
yang perlahan membuat kita semakin dewasa.

Kita kerap meminta untuk dimengerti,
namun tak semua jalan dapat dipertemukan.

Ternyata, kita benar-benar di persimpangan,
persimpangan keyakinan.

Kita selalu bersama menyusuri lorong kota Jakarta,
tetapi tidak semua lorong diciptakan untuk dilalui berdua.
Aku selalu menyisipkan namamu dalam doaku,
namun kita menitipkan doa di langit yang berbeda.

Walau Tuhan membawa kita ke persimpangan yang terasa tak adil,
aku tak membenci-Nya.

Barangkali, Dia mempertemukan kita bukan agar bersatu,
melainkan agar kita belajar menghormati.

Maka berjalanlah pada lorongmu.
Aku pun akan melanjutkan langkahku.
Sebab mungkin, pertemuan kita bukan tentang tiba di tempat yang sama,
melainkan pernah berpapasan di persimpangan yang sama.



Nganjuk, 24 Agustus 2026