Karya: Rahma Annisa mulyani
Kita bertemu di antara begitu banyak manusia, namun hatiku memilih menetap pada namamu. Kita pernah berjalan beriringan, tertawa dan berbagi harapan yang sama.
Aku mencintaimu tanpa pernah merencanakannya, karena hati kadang memilih sebelum akal bertanya. Namun tak semua yang indah ditakdirkan untuk dimiliki selamanya.
Ada perbedaan yang tak mampu kita abaikan, sebuah jalan yang membawa kita menuju arah berbeda. Bukan karena cintaku berkurang, bukan pula karena kau tak berarti.
Aku hanya belajar, bahwa cinta tak seharusnya menjauhkan kita dari Tuhan. Maka aku memilih melepaskan, meski hati masih ingin menggenggam.
Mungkin Tuhan mempertemukan kita untuk saling mengenal dan memberi arti, lalu mengajarkan arti ikhlas. Jika namamu datang dalam ingatan, biarlah ia menjadi doa yang diam.
Meski iman kita tak pernah sama, semoga Tuhan menjaga langkahmu dan memberikan kebahagiaan terbaik untukmu.
Solok, 28 Agustus 2026