Karya: Adam Al Fadjar Putra Widi
pagi itu kau dan aku berjalan sebagai sepasang kekasih
di antara riuh langkah dan obrolan kita
lonceng gerejamu berdentang kencang
sejenak langkah kita terhenti
karena ada dua doa
yang tumbuh dari arah yang berbeda
dan di antara loncengmu yang berdentang kencang
dan azanku yang sering kali berkumandang
aku ingin mengajakmu berkenalan
dengan Tuhan yang amat kusayang
di antara butiran tasbih
sering kali kulantunkan bersama ayat suci,
sesekali mataku jatuh pada indahnya kalungmu
kalung rosario yang engkau kenakan
wajahmu yang teduh seperti cerminan Bunda Maria
barangkali iman kita memang tak sama
namun entah mengapa aku selalu menemukan keindahan
di setiap doa yang berbeda
seperti katamu “Tuhan benar-benar berbaik hati pada umatnya, diciptakannya kita kala ia sedang tersenyum. Lalu mempertemukan dua insan dengan doa yang tak serupa dan dengan kitab yang berbeda”
Maja, 29 Agustus 2026