Bunga yang tak bertemu
Karya: Addin Tsana NabilahMenenun doa dengan halus tangan menghadap,
Mengarah pada pusat diri tepat pada dada.
Di hadapan-Nya telapak tangan ku merekah membawa harap,
Lalu di hadapan-Nya telapak tangan nya menguncup mengunci riuh menjadi hormat.
Netraku terpaku, melihat bahwa doa nya tak sama.
Semakin ku panggil namamu, semakin perih detak di dadaku.
Semakin sosokmu terbayang di pikirku,
Dadaku terasa sakit di dalam sunyi.
Mustahil aku bisa bersamanya,
Bagai bunga yang mekar di bawah sinar matahari,
Dan bunga yang mengatup saat malam,
Mereka tak bisa bertemu dalam keadaan yang sama.
Banyumas, 9 Agustus 2026