Di Antara Dua Amin
Karya: Fitri RamadhaniKita bertemu di bawah langit yang sama,
tetapi menyebut-Nya dengan bahasa yang berbeda.
Kau menyimpan doa di lipatan malam;
aku menitipkan rindu pada jalan yang tak kau tempuh.
Cinta mengajari kita untuk mendekat,
sementara iman meminta kita berhenti.
Bukan karena hati kehilangan nyala,
melainkan karena ada cahaya
yang tak boleh dipadamkan demi siapa pun.
Biarlah tangan kita tak sampai menggenggam,
asal doa tetap menemukan jalan pulang.
Kau mengeja surga dalam kidungmu;
aku mencarinya dalam sujudku.
Jika kelak waktu menyebut nama kita lagi,
semoga bukan sebagai luka,
melainkan sebagai dua ketulusan
yang pernah saling mencintai
tanpa saling mengubah.
Sukabumi, 9 Agustus 2026