Karya: Alamsyah Banudin Mas'ul
Dalam diam yang kupilih sendiri,
kau selalu datang tanpa permisi,
bukan sebagai bayangan yang samar,
tapi ingatan yang berbaris rapi, teratur.
Satu demi satu, tak pernah acak,
seperti kau ada, memutar ulang jejak
tingkahmu yang random, yang dulu kutertawakan,
kini jadi barisan yang tak bisa kuhentikan.
Kita berpisah dengan cara yang baik,
tak ada amarah, tak ada yang terluka jelas,
tapi justru itu yang membuatku sulit,
tak ada alasan untuk benar-benar lepas.
Aku suka ketenangan, kau tahu itu,
tapi kini sunyi bukan lagi milikku sendiri,
sebab di setiap ruang yang kosong,
kau selalu punya tempat untuk kembali.
Mungkin suatu hari nanti,
sunyi akan kembali jadi milikku seutuhnya,
tapi untuk sekarang, biar saja
kenangan ini singgah, sebelum pergi selamanya.
Lumajang, 24 Agustus 2026