Karya: Charlin Erjen Hubi Wuka
Dulu aku dan kamu bagaikan layang-layang dilapangan,
Kita terbang berdampingan, namun tak bersentuhan.
Aku hanya memandangmu dari kejauhan,
Walaupun ada rasa yang kupendamkan.
Saat bertemu aku tak berani sapa, senyum, apalagi salaman.
Aku hanya titipkan namamu dalam doa,
Dan doaku seperti pelita yang menerangi kegelapan,
Walau ada tantangan, aku tetap berjuang.
Waktu berlalu dan kita dipisahkan,
Bukan tak jodoh, melainkan waktu dan tujuan.
Kamu sibuk berlayar mencari pekerjaan,
Aku sibuk dengan perjuangan.
Jarak yang panjang hampir hilang ingatan,
Namun doa tak perna padam.
Doa dan perjuangan membawaku pada pertemuan,
bukan di sekolah, tapi di undangan.
Obrolan yang lama berubah jadi sebuah perencanaan,
rencana berubah jadi keseriusan.
Kini aku mengerti, doa tanpa perjuangan hanyalah khayalan.
Doa menjadi kompas yang arahkanku pada lamaran,
dan perjuangan menjadi kapal yang mengantarku.
Kita dipertemukan bukan untuk pacaran,
Tapi untuk mewujudkan harapan,
harapan itu adalah pernikahan.
Sorong,24 agustus 2026