Karya: Angelina Puan Banaidia
Kita berdiri di jalan yang berbeda,
dengan doa yang tak selalu serupa.
Kau menyebut nama-Nya dengan caramu,
aku pun menengadah dengan keyakinanku.
Ada batas di antara langkah kita,
ada perbedaan yang tak mudah dijelaskan.
Namun bukankah hati tetap bisa memahami,
meski iman kita tak berjalan di jalan yang sama?
Mungkin kita tak berbagi cara berdoa,
tak memiliki arah yang sama dalam percaya.
Tetapi kita masih bisa saling menghargai,
tanpa harus memaksa hati untuk menjadi serupa.
Sebab perbedaan bukan alasan untuk membenci,
bukan pula tembok untuk saling menjauhi.
Iman mengajarkan hati untuk mengenal kasih,
dan kasih mengajarkan kita menghormati.
Jika kelak jalan kita harus berpisah,
biarlah tanpa luka dan tanpa amarah.
Kau dengan iman yang kau yakini,
aku dengan iman yang menuntun langkah ini.
Karena mungkin kita memang tak sama,
namun tetap bisa belajar menjadi manusia
yang saling menghormati dalam perbedaan,
dan menemukan damai di tengah keberagaman.
Labuan bajo, 23 Agustus 2026