Karya: August
Ada rindu diam-diam tumbuh,
namun tak pernah berani meminta untuk memiliki.
Ada rasa yang terasa dalam,
meski awal aku tahu, iman kita tak sama.
Kau menyebut Tuhan dengan caramu,
aku memanggil-Nya dalam sujudku.
Di antara doa dan air mata,
namamu menjadi harapan yang kusembunyikan.
Aku pernah berharap,
mungkin hari jarak menemukan jalan,
mungkin Tuhan mengizinkan kita bertemu dalam cerita yang sama.
Namun ternyata, Tuhan memberi jawaban yang berbeda.
Sakit rasanya menerima,
bahwa tidak semua rindu sampai,
tidak semua rasa menjadi cinta,
dan tidak semua harapan berakhir dengan memiliki.
Kini, biarlah namamu tinggal dalam doa,
tanpa menjadi bagian hidupku.
Karena akhirnya aku mengerti,
kita hanya dipertemukan untuk saling mengagumi,
bukan untuk saling memiliki.
Kau tetap di sana sebagai idolaku,
dan aku tetap di sini sebagai fansmu,
dengan rindu yang tak selesai.
Mojokerto, 27 Agustus 2026