Karya: Zahra Ramadhani
Pernah kita menitipkan nama
pada langit yang sama,
menganyam harap dari aksara-aksara kecil
yang kita sebut doa.
Kukira semesta sedang menulis
sebuah kisah amerta untuk kita
dua hati yang dipertemukan,
lalu belajar tumbuh dalam satu musim.
Namun, Tuhan punya cara
yang tak selalu mampu diterka manusia.
Ada doa yang dijawab dengan pertemuan,
ada pula yang dijawab dengan kepergian.
Kini, namamu tak lagi kusebut
untuk meminta agar kau kembali.
Kutitipkan saja pada Tuhan,
agar segala yang pernah kita amin kan
menjadi kebaikan, meski bukan lagi
dalam bentuk kita.
Sebab mungkin,
doa memang tidak selalu menyatukan dua insan
kadang ia hanya mempertemukan,
lalu mengajarkan keduanya
cara mengikhlaskan.
Tangerang, 27 Agustus 2026