Dua Doa di Bawah Langit yang Sama
Karya: Cinthia Yuni YeseniaKita berjalan di atas tanah yang serupa,
menatap senja dengan rasa yang tak berbeda.
Namun saat jemari kita mulai tertaut mesra,
sekat keyakinan membentang penuh dilema.
Genta di rumahmu menyuarakan ketenangan,
sementara menaraku mengumandangkan ketenteraman.
Kita menyembah Tuhan yang Maha Pengasih,
tetapi dengan cara dan kitab yang berselisih.
Cinta ini tumbuh begitu subur dan indah,
meski arah sujud kita berlawanan arah.
Apakah salah jika hati saling menyayangi,
ketika benteng iman tak mungkin terlewati?
Biarlah nama kita tetap berbisik di angkasa,
bersatu dalam doa walau jalan tak bersama.
Surabaya, 30 Agustus 2026