Desryana Sinaga - Aksara yang Menengadah (LCP 48)

📅 23 Agustus

 Aksara yang Menengadah

Karya: Desryana Sinaga



Kita datang membawa bahasa masing-masing,
dengan luka yang tak pandai mengeja dirinya sendiri.
Lalu malam membuka ruang paling hening
dan tangan-tangan kita menjadi aksara yang mengarah ke langit.

Tak ada warna yang perlu disamakan,
tak ada nama yang harus dilebur menjadi satu.
Sebab doa bukan palu untuk memecah perbedaan,
melainkan cahaya kecil yang membuat kita saling melihat.

Barangkali Tuhan sengaja menciptakan banyak jalan
agar manusia belajar
pulang tak selalu melalui pintu yang sama.
Di antara amin yang lirih dan napas yang panjang,
ada satu sunyi yang diam-diam kita sepakati
semoga tak ada hati yang berjalan sendirian.

Maka biarkan doa tumbuh seperti akar
tak tampak, tetapi memegang tanah agar tak tercerai.
Kita boleh berbeda arah ketika menatap dunia,
namun ketika menengadah,
ada satu langit yang memeluk kita tanpa bertanya siapa.


Pematangsiantar, 19 Agustus 2026