Karya: Dewi Shinta Andriani
Di sudut jalan yang sama, kita pernah mengeja rindu,
Menatap gerimis jatuh di antara dua bayang sunyi.
Engkau berjalan menuju dentang gema di kejauhan,
Sementara langkahku tertahan oleh bisikan saf yang rapi.
Kini hanya ada kenangan manis yang tersisa,
Saat Jemarimu menyapu kenangan di bangku kayu lama.
Kita tahu ada jarak tebal di antara amin yang terucap,
Sebab iman tak sama menuntun kita ke arah berbeda.
Namun malam kerap membawa nama kita dalam diam,
Melangitkan doa yang menyatukan sisa rasa di dada.
Biar rindu ini mekar dalam kenangan melankolis,
Menyimpan hangat cinta yang tak pernah usai.
kediri, 22 Agustus 2026