Karya: Makrina Darmarista Lidiana Naben
Ada namamu yang tak lagi kusebut kepada dunia,
namun selalu sampai kepada Tuhan
Melalui berbagai doa yang diam-diam kupanjatkan
di antara sepertiga malam dan hati yang remuk.
Kita mungkin dipisahkan oleh jalan
Yang tak pernah kita pilih,
Oleh waktu yang enggan berkompromi,
atau takdir yang menyimpan rahasianya sendiri.
Namun aku percaya,
doa adalah benang paling sunyi
Yang mampu menyatukan dua hati
tanpa harus mendekatkan langkah.
Jika kelak kita tak menjadi suatu cerita,
biarlah kita tetap menjadi dua nama
yang saling menemukan dalam doa.
Sebab mencintai bukan tentang selalu memiliki;
kadang, cinta paling suci adalah
merelakan seseorang kepada Tuhan,
lalu percaya bahwa apa yang kita titipkan kepada-Nya
akan dijaga dengan cara yang paling sempurna.
Kefamenanu, 23 Agustus 2026