Karya: Dinda Sabrina Fathonia
Langkahmu dan langkahku berjalan beriringan
Bertemu di persimpangan rindu
Satu jalan dua pemberhentian
Gemersik daun ketapang melodinya
Melahirkan cinta yang tak berjeda
Meski pedang menghujam
Bangunan kami tetap kokoh berdiri
Bacaan doa berbeda
Jemarinya menggenggam doa-doa
Jemariku mengadah pertolongannya
Aku tidak memaksanya membaca yang ku baca
Tetap berada di jalan berbeda
Kala jiwa meringis mengering
Meski ku teguk telaga Sarangan
Rasa haus tetap mencekik
Ku rayu Tuhan, agar kami tidak terlahir kembali dengan iman yang tak sama
Kumohon, Tuhan
Lampung, 23 Agustus 2026