Karya: Emilly Nathania
Aku menyebut namamu dalam gelap dan kesunyian malam, bukan untuk memintamu kembali padaku, melainkan untuk mengingat bahwa kita pernah menjadi satu, menggenggam harapan di langit yang tak sama.
Sorot matamu menghangatkan jiwaku. Cinta ini dipisahkan oleh iman yang berbeda. Aku tidak membencimu dan tidak akan pernah menyesali pertemuan ini. Namamu akan kukenang sepanjang hidupku.
Kau pernah menjadi bagian hidup dan alasanku untuk pulang. Kini, biarlah doaku yang menemanimu di setiap langkah demi langkah yang kau jalani, jikalau memang diriku tak lagi mampu untuk melakukannya.
Bekasi, 23 Agustus 2026